Sebuah sudut kecil di Jogja untuk kopi yang tenang dan obrolan yang tidak buru-buru. Datang sendiri atau ramai-ramai—kursinya selalu ada.
Kopi Segara mulai dari satu mesin espresso bekas dan satu orang yang keras kepala percaya kopi tidak perlu rumit untuk terasa enak. Tidak ada menu belasan halaman, tidak ada istilah yang bikin kamu merasa asing—cukup kopi yang diracik pelan dan tempat yang membuatmu betah lebih lama dari rencana.
Kami memilih biji dari petani yang kami kenal namanya, memanggangnya dalam batch kecil, dan menyeduhnya seperti kami menyeduh untuk teman sendiri. Segara berarti laut—luas, tenang, dan tempat semua obrolan bermuara.
Empat menu kami yang laris manis. Harga sudah termasuk pajak, belum termasuk kamu betah berlama-lama.
Cahaya sore, meja kayu, dan sudut favorit yang selalu dicari. Beginilah rasanya duduk di sini.